Saturday, December 12, 2020

Hadiah dari Playdough

Selamat sore teman-teman, hari ini aku mulai pindahan di gang delima Kober .
tadi aku bantuin beres beres habis beresin aku mandi setelah itu aku membuat kerajinan dari malam yaitu hadiah itu aku bikin sendiri tadinya aku bingung mau bikin apa dari malam.☺️
Aulia Zahra Wibowo.

Saturday, January 27, 2018

Adab Menuntut Ilmu

[SESI #1]

KELAS MATRIKULASI BATCH #5 INSTITUT IBU PROFESIONAL

🌹🌹🌹

*ADAB MENUNTUT ILMU*

_Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

*Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU*

_ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya_

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

_Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan_

Para ibu lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

🌹ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

🌹ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

🌹ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan _“sceptical thinking”_ dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :

_Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012._

_Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5_

_Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015_

https://www.youtube.com/watch?v=bgqJdS6s_fY&list=PLeoJv8lpkf_VIxn3nImi269kfbu2u443d&index=1

Tuesday, January 2, 2018

Adik, motivasi kemandirian Kakak


Kelahiran adik sangat ditunggu oleh anak pertama saya Aulia. Kenapa ditunggu, karena kehadirannya sangat diinginkan Aulia yang ketika itu baru menginjak 5 tahun dan tiba-tiba berkata "Mah, pingin punya adik."
Dari awal saya hamil sampe beberapa waktu lalu saya melahirkan (7122017), alhamdulillah Aulia paham akan kondisi saya.
Ketika memasuki usia kehamilan trismester ke-3, tantangan kemandirian pun dimulai, ah saya fikir ini saatnya untuk memantapkan kembali kemandirian kakak.
Beberapa hal seputar kemandirian kakak sudah bisa melakukan sendiri, hanya saja terkadang masih minta dibantu, tetapi beberapa bulan menuju kelahiran mendadak mengalami penurunan semuanya minta dikerjakan oleh saya seperti minta dimandikan, suapin, dll. Setelah berdiskusi dengan teman-teman ternyata hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Benar adanya, orangtua adalah cerminan anak, ketika saya tidak konsisten melatih kemandiriannya maka anakpun tidak akan konsisten dan percaya diri bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
Yang menjadi fokus kali ini dalam melatih kemandirian Kakak adalah supaya mau membersihkan diri setelah Buang Air Besar (BAB), karena selama ini Kakak belum mau melakukan sendiri.
Kelahiran adik yang dinantipun tiba, dan hari itu Kakak harus jauh dari saya, sebelum saya masuk ruang bersalin saya menemui Kakak dan berkata " doakan adik segera lahir ya Kak, supaya kita bisa main bersama."
Kakak bilang, "udah kok mah tadi waktu shalat sama Bi Ayu" (bibinya, yang kebetulan dateng sama ibu saya ketika menjelang hpl), agak berkaca-kaca ketika mendengar kata-kata itu..
Kakak juga bilang, kalau adik udah lahir nanti kakak yang mandiin, gantiin popok, ceb*k*n
Esoknya ketika adik lahir dan sayapun sudah bisa pulang ke rumah ada yang ngasih kejutan " Mah, tadi kakak mandi sendiri, pake baju sendiri, c*b*k sendiri loh" dengan sumringah dia bilang begitu.
Alhamdulillah, terimakasih Kakak. Kakak hebat
Seiring berjalan waktu, kemandirian kakak patut saya apresiasi, alhamdulillah teman-teman yang datang berkunjung melihat adik bayi dan membawa kado untuk adik bayi, beberapa juga membawa kado untuk kakaknya, saya anggap ini sebagai hadiah buat kakak yang semakin mandiri, terimakasih kepada teman-teman yang memberi kado buat Kakak, banyak pelajaran bahwa ketika seorang kakak punya adik maka yang paling haris diperhatikan adalah psikis kakaknya dengan kelahiran adiknya.
Menjalani kembali mengurus bayi dan menjadi ibu baru dengan dua anak tidaklah mudah, saya terkadang merasa bersalah sama kakak yang kadang kena imbas dari ketidakberdayaan saya, emosi saya, intonasi tinggi saya.
Komunikasi produktif yang beberapa waktu lalu saya pelajari berasa menguap begitu saja, mudah-mudahan saya mampu menata kembali komunikasi saya dengan Kakak..
Kemamdirian adalah bekal Kakak untuk masa depannya, saya berkomitmen untuk terus berupaya mendampingi kakak agar tumbuh menjadi anak mandiri dan percaya diri.

Monday, August 14, 2017

Nice Home Work 11 : Andaikata Aku Manager Online IIP Banyumas Raya

Manage your team, begitulah kitra-kira pengantar NHW 11 ini. Karean di NHW sebelumnya saya menuliskan wakli manager online, maka saya akan melanjutkan andaikan saya jadi manager onlinenya. Manager online adalah salah satu bidang yang sangat berperan penting sama seperti bidang-bidang lainnya, karena saat ini komunitas-komunitas sudah menggunakan media online jadi kehadiran manager online sangatlah penting untuk mengatur jalannnya sebuah komunitas.Sebagai manager online saya akan membuat beberapa jadwal di dalam komunitas, diantaranya :
1. Piket Harian Grup
Piket harian ini akan diisi oleh member grup, misalnya si A, B, C bertugas untuk menyapa grup pada hari senin dan bergiliran untuk yang lain. Harapannya, setiap member merasa memiliki grup dan tidak hanya menjadi silent reader.
2. Kulwap Rutin
Kulwap online saat ini sangatlah diminati, karena sangat hemat biaya dan waktu di bandung pertemuan offline karena online tidak dibatasi oleh jarak. Narasumber kulwap akan diisi oleh narasumbr-narasumber yang berpengalaman dibidangnya dan dapat juga mengambil dari member, karena prinsipi IIP adalah berbagi dan melayani
3. Membuat Tema Obrolan Harian
Ini sangat penting, supaya pembicaraan tidak membosankan dan tidak ada ilmu yang didapatkan sehingga akhirnya banyak member yang kurang aktif. Tema obrolan ini sangat penting supaya ada ilu baru yang didapatkan setiap harinya.
4. Membuat website 
Membuat website yang penulisnya adalah semua member di IIP Bayumas Raya, sehingga mereka bebas berekspresi dan berbagi hal-hal bermanfaat.

Monday, August 7, 2017

Nice Home Work 10 : Wakil Manager Online

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

IIP Banyumas Raya baru saja diresmikan kurang dari 6 bulan lalu, dan saya masuk dikeluarga IIP Banyumas Raya sekitar bulan Maret lalu. Setelah bertemu dengan pengurus IIP Banyumas Raya dan berbgai cerita, saya makin mantap untuk terus belajar bersama mereka, karena saya sadar sebagai seorang pendatang di kota ini, saya butuh teman, keluarga dan ilmu seputar kehidupan rumah tangga, dan di IIP Banyumaslah saya menemukan itu, ilmu-ilmu yang selama ini saya belum tahu, belum paham dan belum mengerti, semuanya ada di IIP ini.

Singkat cerita, suatu hari pengurus IIP Banyumas Raya mengadakan open recruitmen posisi sebagai wakil manager online dan offline, ketika itu kami para ibu-ibu yang tergabung di foundations diminta membuat sebuah artikel jika aku menjadi (posisi yang diinginkan).Saya tertarik, tetapi waktu itu belum percaya diri untuk mengajukan diri di posisi itu, karena saya baru saja bergabung di foundation dan belum jadi member IIP yang harus sudah lulus matrikulasi.

Akhirnya, salah satu pengurus menghubungi saya dan menanyakan apakah saya bersedia menjadi wakli manager online karena beliau melihat saya cukup aktif di grup foundation, saya pikir apa salahnya dicoba karena kita tidak akan pernah tahu kalau tidak mencoba, sehingga saya terima tawaran itu dan saya bergabung di grup pengurus. Syukur alhamdulillah, saya dipersatukan dengan para ibu yang punya semangat, cita-cita dan tujuan luar biasa.

Menjadi wakil manager online punya tantangan tersendiri, karena walaupun kebanyakan sekarang sudah jamannya online tetapi memberikan manfaat melalui media online belum tentu semua orang bisa. Dengan kondisi anggota grup yang beragam, peranan manager dan wakil manager online sangat dibutuhkan untuk menertibkan anggota grup agar tidak keluar jalur atau tidak sesuai aturan yang ada. Karena masih banyak diantaranya yang masih menyebarkan berita tanpa sumber yang jelas dan dipertanggungjawabkan, dengan canggihnya teknologi para anggota mudah sekali terpapar informasi-informasi yang belum tentu benar. Tujuan mereka memang baik menyebarkan kembali berita itu, tetapi di IIP kami belajar tentang adab menuntut ilmu salah satunya tidak menyebarkan informasi tanpa mencantumkan sumber yang jelas. Selain itu, kondisi anggota saat ini banyak yang memutuskan hanya jadi pembaca dalam grup (silent reader), sehingga yang diskusi hanya orang-orang itu saja.

Tantangan yang saya hadapi sebagai wakil manager online diantaranya bagaiman cara mengoptimalkan media sedemikian rupa seperti Fansfage, Instagram, Facebook, Blog, Whatshapp Grup,dll
sehingga para anggota merasa dekat dan nyaman bersama IIP Banyumas Raya walaupun pada nyatanya kami berajauhan.Selain itu, ketika akan mengadakan kuliah whatshapp kami harus memutar otak agar selalu dapat mengahdirkan kuliah-kuliah yang bermanfaat dengan narasumber yang berpengalaman di bidanganya, tetapi terkadang tidak semulus itu proses pencarian narasumber. 


Saya yakin ada hikmah dibalik posisi yang saya tempati sekarang, mengapa Allah menakdirkan saya membantu manager online, karena menurut hasil ST30 ketika tes di temubakat.com, potensi kekuatan saya adalah seorang yang caretaker, commander, mediator, server, ambasador dan analyst. Dari potensi tersebut saya yakin bisa menjadi orang yang care/ perhatian IIP Banyumas Raya, mampu menjadi mediator ketika grup bermasalah, mampu melayani/ memberikan manfaat untuk anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sehingga dari situlah akan muncul ide-ide baru untuk memperluas jaringan IIP Banyums Raya dan dikenal di seluruh Indonesia..Aamiin


Harapannya adalah ditahun selanjutnya, IIP sudah memiliki member yang banyak sehingga semakin banyak ibu yang tergali potensinya dan mau berbagi kepada ibu-ibu lainnya, kegiatan onlinenya semakin beragam, dan selalu memberikan informasi-informasi yang bisa menjadi motivasi untuk para ibu di seluruh pelosok negeri agar mau belajar. Karena ibu itu harus pintar, harus mau belajar, harus melek teknologi, karena dari seornag ibulah peradaban akan dimulai.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh