Tuesday, January 2, 2018

Adik, motivasi kemandirian Kakak


Kelahiran adik sangat ditunggu oleh anak pertama saya Aulia. Kenapa ditunggu, karena kehadirannya sangat diinginkan Aulia yang ketika itu baru menginjak 5 tahun dan tiba-tiba berkata "Mah, pingin punya adik."
Dari awal saya hamil sampe beberapa waktu lalu saya melahirkan (7122017), alhamdulillah Aulia paham akan kondisi saya.
Ketika memasuki usia kehamilan trismester ke-3, tantangan kemandirian pun dimulai, ah saya fikir ini saatnya untuk memantapkan kembali kemandirian kakak.
Beberapa hal seputar kemandirian kakak sudah bisa melakukan sendiri, hanya saja terkadang masih minta dibantu, tetapi beberapa bulan menuju kelahiran mendadak mengalami penurunan semuanya minta dikerjakan oleh saya seperti minta dimandikan, suapin, dll. Setelah berdiskusi dengan teman-teman ternyata hal tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Benar adanya, orangtua adalah cerminan anak, ketika saya tidak konsisten melatih kemandiriannya maka anakpun tidak akan konsisten dan percaya diri bahwa dia bisa melakukannya sendiri.
Yang menjadi fokus kali ini dalam melatih kemandirian Kakak adalah supaya mau membersihkan diri setelah Buang Air Besar (BAB), karena selama ini Kakak belum mau melakukan sendiri.
Kelahiran adik yang dinantipun tiba, dan hari itu Kakak harus jauh dari saya, sebelum saya masuk ruang bersalin saya menemui Kakak dan berkata " doakan adik segera lahir ya Kak, supaya kita bisa main bersama."
Kakak bilang, "udah kok mah tadi waktu shalat sama Bi Ayu" (bibinya, yang kebetulan dateng sama ibu saya ketika menjelang hpl), agak berkaca-kaca ketika mendengar kata-kata itu..
Kakak juga bilang, kalau adik udah lahir nanti kakak yang mandiin, gantiin popok, ceb*k*n
Esoknya ketika adik lahir dan sayapun sudah bisa pulang ke rumah ada yang ngasih kejutan " Mah, tadi kakak mandi sendiri, pake baju sendiri, c*b*k sendiri loh" dengan sumringah dia bilang begitu.
Alhamdulillah, terimakasih Kakak. Kakak hebat
Seiring berjalan waktu, kemandirian kakak patut saya apresiasi, alhamdulillah teman-teman yang datang berkunjung melihat adik bayi dan membawa kado untuk adik bayi, beberapa juga membawa kado untuk kakaknya, saya anggap ini sebagai hadiah buat kakak yang semakin mandiri, terimakasih kepada teman-teman yang memberi kado buat Kakak, banyak pelajaran bahwa ketika seorang kakak punya adik maka yang paling haris diperhatikan adalah psikis kakaknya dengan kelahiran adiknya.
Menjalani kembali mengurus bayi dan menjadi ibu baru dengan dua anak tidaklah mudah, saya terkadang merasa bersalah sama kakak yang kadang kena imbas dari ketidakberdayaan saya, emosi saya, intonasi tinggi saya.
Komunikasi produktif yang beberapa waktu lalu saya pelajari berasa menguap begitu saja, mudah-mudahan saya mampu menata kembali komunikasi saya dengan Kakak..
Kemamdirian adalah bekal Kakak untuk masa depannya, saya berkomitmen untuk terus berupaya mendampingi kakak agar tumbuh menjadi anak mandiri dan percaya diri.

No comments:

Post a Comment