Tuesday, March 10, 2015

Gak Tega Sih, Tapi Harus Belajar

Pagi itu saya ajak sikecil ke ATM buat bayar pengeluaran bulanan. Semangat sekali waktu saya aja, dengan rada terpaksa akhirnya mau mandi karena mau diajak jalan walau cuma ke ATM. Setelah selesai mandi seperti biasa gak sabaran pengen cepat-cepat berangkat, berangkatlah ke ATM.
Awalnya happy aja nih diperjalanan pergi dan pulang tapi waktu udah mendekati warung, sikecil mulai deh merengek minta jajan, saya mengatakan penolakan dan pura-pura gak ngerti apa yang dia minta dan terus saja jalan pulang. Sampai dirumah ternyata rengekan itu gak berhenti sampai disitu dia nangis jerit-jerit, pokoknya kedengeran sampai satu RT..hehe
Tapi saya sengaja tidak menuruti apa yang dia mau apalagi dengan cara dia menangis, karena saya tahu itu adalah senjata untuk meluluhkan hati saya agar mau menuruti apa yang dia inginkan, jika saat itu saya turuti pasti nanti kaau ada sesuatu yang dia inginkan dan saya tidak turuti, maka tangisan itu akan digunakan untuk senjata meluluhkan hati seorang ibu..hehe
Akibatnya kalau sekali saya turuti anak akan merasa menang dan akan mengulanginya lagi dilain kesempatan, sebaiknya kita katakan apa yang sebenarnya. Wajar, kalau dia tidak bisa menerima penolakan kita karena memang anak-anak belum faham itu, tapi jika kita konsisten maka anak akan belajar memahami ucapan orangtua dan berhenti memaksakan kehendak.
Saya bilang, ya sudah adek nangis aja nanti kalau udah cape berhenti y? hehe bukan berhenti malah kuenceng tenan nangisnya, akhirnya saya iseng ambil camera buat rekam dia nangis dan nanti ditunjukin kalau udah berdamai..haha
Karena malu mungkin, dia gak mau direkam dan nagisnya makin kenceng sampai guling-guling, jerit dan ngumpet tapi masih sambil nangis. Terus dia berusaha rebut camera, dan terjadi kecelakaan, dagunya kepentok tembok, merah deh..
Sepertinya dia mulai cape dan minta digendong, akhirnya saya gendong dan meminta maaf tidak bisa memberi apa yang dia mau. Anak ini rada melankolis sepertinya, hatinya mudah tersentuh. Waktu saya minta maaf dan bilaang saya sayang sama dia, dia pelu saya sambil nangis lagi..hehe jadi melow
Jangan lupa, ketika anak sudah mulai berdamai kita harus beri apresiasi untuk menunjukan bahwa kita sayang sama dia, contohnya dengan memeluk, sehingga anak tahu mana hal yang baik dan kurang baik.
Sebisa mungkin hindari kata-kata yang melemahkan atau mengancam anak jika dia tidak berhenti menangis. Memang semua ini tidak semudah teorinya, tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi orangtua yang baik, karena memang tidak ada orangtua yang sempurna.
Habis nagis memang suka laper ya, dia minta mam dan habis satu piring padahal sebelum nangis makan dulu udah itu main tiup lilin dan bobo deh.
 
Merah kepentok tembok


Tiup Lilin










Bangun tidur, makan lagi dan mandi
sambil nyuci baju sendiri gak mau dibantuin.#loveyougeulis

Quotes dari buku Kenali Anakmu:"Kalau sempuna itu tidak pernah melakukan kesalahan maka bergaul saja dengan malaikat, orangtua itu manusia"



No comments:

Post a Comment