Tuesday, November 10, 2015

Aulia 3y 7m

Bandung sudah mulai diguyur hujan, sambil menikmati hujan tiba-tiba ingat dengan blog ini, sudah lama sekali tak dikunjungi. Memang susah untuk istiqomah menulis kalau gak ada bakat nulis..
Tapi walaupun ini sekedar tulisan biasa tentang Aulia mudah-mudahan jadi media buat saya belajar.
Oh iya sekarang Aulia sudah makin besar loh, udah punya keinginan sekolah dan sekarang sudah bersekolah selain belajar dirumah. Aulia mulai sekolah setelah hari Raya Idul Fitri berarti sudah 3 bulanan bersekolah.
Dia antusias sekali ketika pertama kali masuk sekolah walaupun pada awalnya saya harus ikut bersekolah juga, mungkin karena Aulia terbiasa berdua saja dengan mamahnya di rumah jadi ketika dia bertemu orang lain yang belum dia kenal dia merasa asing dan takut jauh-jauh dari mamahnya, saya pun mengerti akan hal itu dan tidak masalah saya ikut masuk ke dalam kelas dengan terus memberi pengertian bahwa Aulia aman disini karean ada banyak teman dan ibu guru yang sayang sama Aulia. Tentu proses itu tidak semudah membalik telapak tangan, sekitar 1 bulan dia pun belum rela kalau mamahnya nunggu diluar kelas, sampe kadang nangis kalau saya tidak duduk disampingnya. Tapi semua atas izin Allah bahwa Allah lah yang menggenggam hati anak, Allah lah yang memberi kesholehan dan keberanian pada anak hingga pada suatu hari Aulia bilang : "Mah, aku mau sekolah sendiri. Mamah nunggu diluar aja." Alhamdulillah akhirnya anak saya sudah jadi pemberani, sebagai apresiasi saya berjanji memberi alat mewarnai kalau dia mau sekolah sendiri tanpa ditemani di dalam kelas.
Tips agar anak berani sekolah sendiri diawal dia bersekolah menurut pengalaman saya :
1. Berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan.
2. Memberi pengertian secara perlahan bahwa kita selalu ada bersamanya walaupun tidak berada dalam satu tempat. Bisa juga dengan metode hypnoparenting ketika anak sedang menjelang tidur (dialam bawah sadar) contoh saya mengatakan : "Besok sekolahnya jangan ditunggu didalam y, mamah nunggu diluar, asyik kok sekolah tidak ditungguin kan ada buk guru dan teman-teman yang sayang sama Aulia juga."
3. Boleh kok kita memberikan hadiah sebagai apresiasi atas keberanian anak agar anak termotivasi, hadiah tidak harus melulu barang mewah bisa saja jalan-jalan ke suatu tempat yang disukai anak.
4. Sabar, sabar itu memang sangat diperlukan. Jangan sampai kita memberi ancaman kepada anak ketika dia tidak mau bersekolah sendiri karena memang setiap anak berbeda, ada yang langsung anteng walaupun tidak ditunggu ada juga yang memang harus ditunggu.
5. Konsisten
Konsisten diperlukan, karena dengan konsisten si anak akan mengerti bahwa benar kok saya aman ketika orangtua saya tidak ikut didalam kelas.

Saya pun masih belajar untuk sabar, saya pun pernah merasa jengkel kenapa dia tidak mau ditinggal didalam kelas dan akhirnya saya mendapat jurus jitunya.

Bandung, 10 November 2015

No comments:

Post a Comment