Alhamdulillah atas izin Allah dan izin suami akhirnya saya bergabung di Perkuliahan Perdana Matrikulasi Institute Ibu Profesional (IIP), eh lupa udah izin suami belum ya?, kalau belum insyaallah sudah diizinkan sepertinya..hehe
Saya tahu IIP sebenarnya sudah lama ketika sedang berdomisili di Bandung, tapi entah kenapa saya acuh saja dan tidak ada rasa ingin tahu, ah dasar Ibu yang ngedul (baca : males) belajar jadi orangtua, emangnya jadi Ibu/ orangtua itu gak butuh ilmu, padahal ilmunya gak diajarin disekolahan atau perkuliahan, diperkuliahan malah belajar jadi programmer yang ternyata bukan passion saya atau dalam arti saya salah jurusan, tapi tak ada guna menyesal karena sudah dijalani, mari kita moveon menemukan apa sih passion saya sebenarnya, eh jadi curhat..hihi
Qadarullah ditahun 2016 saya harus hijrah megikuti suami ke Purwokerto kota mendoan, dan dikota ini perubahan pun dimulai, bukan berubah jadi mendoan ya?hehe, singkat cerita di Purwokertolah saya mulai kepo (bahasa anak sekarang) tentang IIP, kok sepetinya menarik dan tanpa saya sadari saya punya dua buku besutan IIP yang nyaris belum tamat dibaca dari semenjak punya. Dari situ saya merasa sedih ternyata kemana saja saya selama ini yang cuma jadi Ibu yang biasa saja, yang cuma begitu-begitu aja tanpa ada yang berbeda, saya merasa sangat tertinggal jauh dari ibu-ibu hebat yang tergabung di IIP, saya merasa bersalah karena tidak memberikan pengasuhan terbaik untuk anak saya yaang sudah makin besar. Maka pengakuan pertama saya adalah : Maafkan mamah ya Nak belum bisa jadi kebanggaan buatmu, mulai hari ini mamah akan belajar menjadi Ibu yang lebih baik yang kelak akan kamu banggakan. Akhirnya saya memutuskan bergabung denga IIP Banyumas Raya awal Maret lalu dan alhmadulillah bertemu ibu-ibu hebat yang tidak sungkan untuk berbagi cerita, pegalaman, kerempongan dan yang pasti tidak pelit ilmu, saya merasa menemukan keluarga di komunitas ini.
Untuk menambah ilmu lagi, saya dan teman-teman lain bergabung di Matrikulasi #Batch 4 yaitu perkuliahan IIP diseluruh Indonesia, dan akhirnya kelas perdana dimulai senin lalu dengan materi pembuka yaitu Adab Menuntut Ilmu, berikut saya cantumkan materinya :
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 15 Mei 2017
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.
Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.
Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU.
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya. Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri. Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya
ADAB PADA DIRI SENDIRI
- Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
- Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
- Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
- Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
- Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.
ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
- Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
- Hendaknya penuntut ilmu mendahulukan guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
- Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.
- Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
- Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
- Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
- Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
- Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat
Referensi :
Turnomo Raharjo,
Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah,
2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015
![]() |
| Adab ketika mendapatkan berita |
Setelah materi dipaparkan, tibalah saatnya ada PEER alias tugas kalau kata Mahasiswa mah, kalau di IIP namanya Nice Home Work (NHW). Apa tugasnya ya, tugasnya simpel tapi insyaallah mikirnya lama kalau saya...hehe. Begini nih pertanyaanya :
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini!
Sebelum menjawab saya bingung apa ya jurusan ilmu dalam universitas kehidupan dan ternyata banyak sekali ilmu dan univeritas satu ini, maka saya putuskan untuk menekuni jurusan ilmu SABAR. Sabar dalam apa, tentunya dalam segala hal salah satunya menghadapi anak yang sudah semakin pintar dan banyak akal.
2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
Alasan terkuat karena saya adalah seorang Ibu dan Isteri yang pasti harus punya stok sabar melebihi apapun, dan saya sadar betul stok sabar saya masih dibawah rata-rata karena hampir setiap hari saya mudah marah dan banyak mengeluh dan Allah tidak suka akan orang-orang yang suka mengeluh tetapi senantiasa bersama orang-orang sabar. Firman Allah dalam QS. Al Baqarah 153 – 154 ;“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun’. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. Al Baqarah 153 – 154).
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Ketika kita punya cita-cita atau tujuan maka sejatinya harus memiliki strategi agar tujuan tercapai, bagaimana ya caranya agar ilmu sabar saya bertambah :
- Memohon pertolongan kepada Allah karena Dialah sebaik-baik penolong dan meniatkan segala kagiatan/ perbuatan hanya karena Allah SWT.
- Lebih mendekatkan diri kepada Allah
- Berfikir positif bahwa saya bisa lebih sabar dalam segala sesuatu.
- Membuat dan mengatur waktu/ time management dengan baik dengan membuat jadwal kegiatan berdasarkan skala prioritas sehingga waktu lebih efektif dan efisien dan tentunya berkualitas, contohnya kapan waktu untuk beribadah, kapan waktu menyelesaikan pekerjaan rumah, kapan mengerjakan tugas-tugas online yang harus bersentuhan dengan gadget dan yang terpenting membuat waktu lebih berkualitas terutama dengan anak, karena jujur selama ini saya memiliki banyak waktu luang akan tetapi banyak pula yang tidak berkualitas.
- Banyak membaca/ mendengar kisah-kisah kesabaran Rasulullah dan para sahabat yang luar biasa kesabaranya
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
- Menghindari pemicu dan mengenali penyebab saya tidak sabar salah satunya mudah marah atau emosi.
Perubahan sikap dalam mendalami ilmu sabar tentu banyak sekali yang harus dirubah
- Mulai dari hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini karena tiada guna memiliki tujuan tetapi tidak mau memulai
- Lebih menghargai waktu contohnya ibadah tepat waktu terutama shalat, perbanyak amalan sunnah, perbanyak tilawah dan istighfar ketika mulai merasakan tidak sabar.
- Bangun pagi tepat waktu alias gak boleh neblek (baca : kesiangan), sehinga segala peer emak-emak bisa dikerjakan sebelum yang lain bangun, supaya gak heboh pagi-pagi untuk meminimalisir pemicu ketidaksabaran alias gak marah marah/ ngomel..hehe
- Menjalankan jadwal kegiatan/ time management dengan patuh selama minimal 90 hari, karena menurut sebuah artikel di buku Bunda Cekatan dikatakan bahwa " Sebagai tipe konsistensi, pakailah rumus 90 hari jam terbang melatih konsistensi kita secara rutin, sehingga diharapkan hari ke-91 sudah trebnetuk sebuah habit (kebiasaan yang terasa ringan."
- Banyak curhat/ komunikasi kali ya kalau mulai dirasa tidak sabar, karena ketika kita pendam maka akan lebih berbahaya, curhat sama siapa ya? yang pertama sama Allah, lalu suami dan terakhir emak-emak di IIP Banyumas Raya.hihii
- Banyak membaca/ belajar sumber-sumber ilmu yang berkaitan dengan sabar.
- Diam ketika mulai gak sabar terutama ketika marah/ jengkel kemudian mengubah posisi atau menjauh dari anak untuk menenangkan diri kemudian mengambil air wudhu.
- Turunkan frekuensi suara ketika berbicara.
- Banyak bermain dengan anak/ membersamai anak karena aktivitas tersebut bisa melatih kesabaran loh dan nemenin mainnya betul-betul nemenin bukan cuma duduk disampingnya sambil pegang gadget, duh maafkan ya Nak selama ini mamah belum membersamaimu sepenuh jiwa dan raga.
- Berdoa kepada Allah, semoga saya istiqomah untuk melaksanan perubahan sikap yang sudah dipaparkan panjang lebar, karena hal yang paling sulit adalah istiqomah. Bismillah semoga Allah mudahkan.
"Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia"
![]() |
| Sumber gambar : google.com |
Referensi :
http://www.duniaislam.org/24/11/2014/pengertian-dan-hadist-tentang-sabar-dalam-islam/
Buku Bunda Cekatan : 12 Ilmu Dasar Management Rumah Tangga


No comments:
Post a Comment