Resume Materi Grup WhatsApp Rumah Main Anak 5-7
Judul materi: Perkembangan Anak Usia 4-6 tahun
Hari/tanggal: jum'at, 11maret2016
Pemateri: Juditha Elfaj
Peresum: Pena Ganda
🎈Pendahuluan
Anak pada rentang usia 4-6 tahun merupakan individu yang sedang belajar menguasai tingkatan lebih tinggi dari bberapa aspek, spt gerakan, berpikir, perasaan, dan interaksi dengan lingkungannya. Ia sedang mengalami perubahan perilaku dari tidak matang menjadi matang, dari sederhana menjadi kompleks, dan dari ketergantungan menjadi lebih mandiri. Perkembangan ini tentunya ditujukan pada perubahan yang sistematik, progresif, dan berkesinambungan.
Adalah hal yang penting bagi kita sbg orangtua utk memahami perkembangan anak usia ini, agar dapat membantu proses pembelajaran anak serta memberikan perlakuan yang tepat kepadanya.
🎈Karakteristik
Menurut Montessori (Hurlock, 1978), anak pada usia 3-6 tahun berada pada masa sensitif, dimana suatu fungsi perlu dirangsang dan diarahkan agar tidak terhambat perkembangannya. Misal, fungsi kemampuan bicara. Jika pd periode ini tdk dirangsang (distimulasi, dilatih, dll), maka anak akan mengalami kesulitan di masa berikutnya. Selain itu, pd masa ini anak jg sensitif thdp keteraturan lingkungan, eksplorasi lingkungan thdp objek kecil dan detail, serta sensitif thdp lingkungan sosial.
Erikson (Helms & Turner, 1994) memandang pribadi usia 4-6 thn sebagai fase sense of invitiative. Pd periode ini anak hrs didorong mengembangkan inisiatif atau prakarsa. Jika ia tdk mendapat hambatan dr lingkungannya, maka anak akan mampu mengembangkan prakarsa dan daya kreasinya, sehingga ia mampu tumbuh dengan percaya diri dan mandiri. Namun, jika ia terlalu sering mendapat larangan dan teguran, anak dapat diliputi perasaan guilty atau bersalah. Oleh krn itu, kepercayaan, kasih sayang, dan komunikasi yang baik dapat mendukung keberhasilan kita mendapingi perkembangannya pada masa ini.
Menurut pakar pendidikan Islam Asy Syantut (1994), selepas usia 4 tahun anak mulai mengenal dan meniru orang-orang di sekitarnya selain orangtuanya. Oleh karena itu, selain menyediakan lingkungan yang baik, kebiasaan-kebiasaan baik dari orangtua yang membentuk perilaku yang kuat pada anak harus sudah disiapkan pada masa sebelumnya.
🎈Ciri Perkembangan Usia 4-6 tahun
☆ mulai mampu memnuhi kebutuhan fisik scr sederhana
☆ mulai mengenal kehidupan sosial : berkawan, mengikuti aturan, dll
☆ masih memerlukan perlindungan org lain
☆ mampu meniru kesibukan orang dewasa lewat permainan
☆ mulai tumbuh dorongan mengeksploitasi lingkungan, ditandai dengan sering bertanya utk mengumpulkan informasi
Adapun perkembangan anak usia 4-6 tahun di berbagai aspek (motorik, kognitif, bahasa, dll) akan dibahas pada tulisan berikutnya.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih.
--------------------------------------------
🐝Tim Divisi Materi RMA🐝
--------------------------------------------
❓TANYA-JAWAB✅
1⃣Permainan apa saja yang bisa diberikan untuk anak usia 5 tahun?
(Citra vernia/pontianak/5tahun/RMA5)
Jawab:
Semangat pagi Bunda Citra. Usia 5 tahun bisa dikenalkan pd tempat2 ibadah, hari besar agama, menceritakan kisah pendek ttg agama, memelihara binatang, bermain drama (pretend play) dgn tema profesi, buka-tutup resleting, menalikan sepatu, meronce yg lebih kecil, menganyam, belajar mengenal dan mengekspresikan berbagai perasaan, mengelompokkan benda sesuai dgn hal yg sama, sains sederhana, membedakan bau dan bunyi sesuatu, membedakan bentuk geometri, bermain pola, mengenal konsep: ruang, waktu, ukuran, bermain playdough, melompat dr ketinggian 30cm, merayap, bergelantungan, berguling, dan banyaaak lg Bunda.
InsyaAllah kita belajar dan berbagi inspirasi sama2 pd saat pekan posting foto nanti, ya😘 (Sarah)✅
2⃣Bagaimana menyikapi sikap kakak yg cemburu dgn adiknya? Sejak dari saya hamil saya sudah sering membawa dia ke dokter kandungan, memberitahu itu adik nya, harus sayang, dll. Kakaknya kadang bisa ngemong, mau nyuapin adik, mau ambilin baju, dll, tapi ada moment dimana dia luar biasa cemburu sampai bisa berkata "mama ga sayang aku, cuma sayang dede aja", hal ini terucap krn kakak nya sering saya tegur jika dia tidak nurut sedangkan adiknya tdk pernah saya tegur. Apakah ada masukan untuk cara menangani kecemburuan ini? Makasih
(sena/bandung/kaylie6y & kenzo 7m/ RMA5)
Jawab:
Halo, Mba Sena. Wahhh..kakak Keylie hebat sudah bisa ngemong adik 😘
Masih dalam tahap yg wajar ya Bun jika Kakak masih suka cemburu pd adiknya. Terlebih jika dilihat rentang usia yg cukup jauh antara Kakak dan adik. Kakak telah cukup lama menjadi anak tunggal yg semuamuanya ia dapatkan. Perhatian Ayah-Ibu, Nenek-Kakek yg tadinya berpusat padanya, 7 bulan ini mulai berkurang sebab ada adik baru. Bunda bisa memberi pengertian bahwa adik masih sangat kecil, masih bayi, belum bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain, sehingga makan, mandi, dll perlu dibantu Bunda. Adik juga perlu digendong krna ia belum bisa berjalan. Intinya, ajak Kakak berempati dengan kondisi "adik bayi yg belum bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan" dan besarkan hati anak dengan kalimat2 pujian bahwasanya ia sekarang sudah "hebat", sudah mandiri, sudah bisa mengerjakan apapun tanpa bantuan Bunda. Adik tidak ditegur karena Adik belum mengerti. Katakan padanya bahwa saat ia kecil pun Bunda tidak menegurnya, krna masih bayi. Dan katakan padanya, bahwa jika adik besar nanti seperti Kakak, bunda juga akan menegur jika adik salah. Bisa jd Keylie belum memahami konsep "perbedaan usia" tersebut, Bun. Bunda juga bisa membacakan cerita yg isinya hubungan kakak-adik. Memperlihatkan gambar/video kakak-adik saling menyayangi. Bercerita ttg orang2 terdekat (kakak-adik) yg saling menyayangi, dll. Tetap semangat ya, Bun. ✅ (Sarah)
3⃣Terkait point masih memerlukan perlindungan orang lain, anak saya kalau ada di lingkungan baru di luar aktifitas sehari2 masih suka takut dan sering minta saya utk mendampingi. Apakah itu wajar ya mbak..?!
(Cici/jakarta/5thn/RMA5)
Jawab:
Hai Bunda Cici. Betul sekali, hal ini merupakan hal yang wajar. Berada di lingkungan baru merupakan suatu hal baru untuk anak. Biasanya, anak2 perlu memperhatikan situasi dahulu dan mendapatkan perasaan nyaman agar ia tidak takut lagi, Mba. Hal yang perlu kita lakukan ialah menumbuhkan rasa nyaman dan aman padanya. Katakan padanya bahwa semua akan baik-baik saja, Insya Allah. Misalnya, saat Bunda ajak anak ke taman, saat anak sudah mulai nyaman Bunda bisa duduk di pojokan dan memperhatikan dr jarak agak jauh sementara anak bermain ayunan/perosotan, dll. Berikan aura semangat positif agar anak tetap tenang dan semakin tumbuh kepercayaan dirinya. Tetap semangat, Bun (Sarah) ✅
4⃣Anak laki2 saya (Syafiq, 6y) cenderung kurang bisa berkonsentrasi dg baik ketika mengerjakan sesuatu. Saya akui saat dia berusia 3 th, saya kurang memberi dia stimulus untuk melatih konsentrasinya krn faktor lokasi yg berjauhan (saya mutasi kerja ke semarang dan tinggal bersama adiknya, sedangkan kak syafiq dg ayah dan neneknya).
Adakah stimulus yg bisa saya berikan untuk melatih konsentrasinya di usia 6 th sekarang?
(Rahmi/syafiq 6y, Dyra 3y, Shidqi 2m/RMA 6)
Jawab:
Semangat pagi mba Rahmi..
Untuk menstimulasi fokus dan konsentrasi anak bisa dengan melakukan permainan yg membutuhkan 2 hal tersebut, seperti: meniti jembatan, berjalan di garis lurus sambil merentangkan kedua tangan, menuang air dr teko ke dalam botol, menyusun beberapa balok ke atas tanpa terjatuh, bermain puzzle, menendang/melempar bola ke dalam gawang, dll.
Oia, apakah Syafiq dahulu sampai sekarang suka menonton TV? Berapa lama anak terpapar gadget setiap harijya, Bun? Akan lebih baik, jika anak dikurangi waktu screen timenya dan diganti dgn aktivitas yg membuat ia banyak bergerak ya, Bun. Tetap semangat ✅ (Sarah)
5⃣Anak saya sekarang berumur 5thn. diusianya yg sekarang ini dia sulit sekali dikasih pengertian dan sering sekali mengabaikan apa yg kami (ortu) nya bilang. Contohnya dia pernah suatu ketika membuka pintu mobil yg sedang berjalan dan kami pun langsung memberitahu kalau hal itu sangat berbahaya karna kami terkejut jadi nada bicara kami menjadi tinggi (marah). Lalu dilain waktu dia melakukan kesalahan yg sama (untungnya pintu mobil sudah kekunci) tp kami kembali menegur dia dan bilang kalau hal itu berbahaya, hal ini terjadi tdk hanya 1-2x entah sdh brp kali dia melakukan hal tsb (krn trlalu sering) bahkan td pagi dia masih melakukan 😭😭. Ini hanya salah satu contoh dan masih banyak lagi perlakuan dia yg kurang baik yg selalu berulang dia lakukan dan kami pun selalu bilang kalau hal itu tdk baik. Bagaimana seharusnya kami sbg ortu memberikan pengarahan supaya dia tdk melakukan kesalahan yg berulang? Terima kasih atas masukannya.
(Arista /Cirebon /qadama (5y3m)/RMA6)
Jawab:
Kalau sesuatu yang dilarang itu memang menurut orangtua sangat penting dan anak perlu mengerti, orang tua memang perlu sangat tegas. Kalau anak berkali2 melakukan hal yang dilarang, berarti mungkin dia belum paham apa akibatnya kalau dia melakukan hal itu, Bun. Apakah Bunda sudah menjelaskan kenapa hal tersebut berbahaya? Jika Bunda telah menjelaskan namun anak belum memahami jika dr kalimat lisan, Bunda boleh kok memberikan gambar/video ttg gambaran apa yg akan terjadi jika kita membuka pintu mobil sembarangan.
Kemudian, anak juga perlu diajak diskusi, berdialog, dan membuat konsekuensi bersama. Konsekuensi apa yang diberikan jika anak tetap melakukan hal tersebut? Jalanilah konsekuensi tersebut dengan tegas dan disiplin. Apalagi umur 5 tahun itu normalnya anak sudah bisa diajak membuat kesepakatan dalam percakapan. Membuat kesepakatan dan kasih penjelasan tentang perilaku apa yang dilarang itu bisa jadi cara untuk mengembangkan kemampuan anak utk meregulasi (mengatur) diri. Yang tidak kalah penting, anak harus tahu apa alasan perilaku itu dilarang. Kalau cuma dilarang-larang saja atau dialihkan, tapi tanpa penjelasan, anak belum bisa paham hubungan antara perilakunya dengan konsekuensi dari perilaku itu. Semoga Membantu ya, Bun (Kiki) ✅
6⃣Bagaimana agar kemandirian dan inisiatif anak usia ini dapat diarahkan dengan baik? (Dibebaskan suka bablas, kayak ga denger kalau dibilangin, inisiatif anak banyaak, tapi gak boleh kan).
(Winda/Bogor/anak 3th 11 bulan/RMA 6)
Jawab:
Halo Bunda Winda. Anak2nya kreatif ya, Bun 😘
Hal-hal yang merupakan insiatif anak jika memang tidak melanggar syariat agama, nilai dan norma kehidupan, juga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain sebaiknya memang tidak dilarang, Bun. Akan tetapi, anak perlu diajak dan diajarkan untuk bertanggung jawab atas setiap perilakunya. Anak-anak usia 3 tahun juga masih sangat perlu diberitahu apa yang kira2 akan terjadi jika ia melakukan hal tersebut. Misal, anak membongkar2 alat elektronik (contoh: kipas), katakan padanya bahwa bahwa jika tidak tepat memasangnya kembali maka kipas tersebut tidak dapat digunakan lagi (rusak) sehingga nanti adik tidak punya kipas. Jika ga ada kipas nanti gerah. Adik perlu nabung lagi untuk beli kipas, ga bisa langsung dibeli, dst. Intinya bebas namun terbatas dan bertanggung jawab.
Ada beberapa kegiatan "inisiatif" yang tetap perlu diluruskan sih Bun menurut saya, misal saat anak belajar menuang biji-bijian dr satu gelas ke gelas lain, anak malah melempar2nya ke lantai. Hal ini merupakan inisiatif yg harus segera "distop". Katakan padanya bahwa bermainnya bukan seperti itu. Tandanya anak belum siap dan bisa dimainkan di waktu yg lain.
Mungkin Bunda bisa memaparkan contoh kasusnya agar bisa ditelisik lebih jauh..✅ (Sarah)
7⃣Bagaimana cara menghadapi anak usia 5 th yg sering berantem dgn adiknya (3,5 th). Kadang sampai main fisik (memukul, jambak, dll).
Kakak adik laki laki.
(Nine /Magelang/5y & 3,5 y/RMA7)
Jawab:
Selamat pagi, Mba Nine..
Di situasi ini ada 2 orang anak ya Bun, si adik dan si kakak. Anak yang punya saudara (baik yg punya kakak atau punya adik) itu berarti dia punya sosok penting lain di rumah, selain orangtua atau nenek-kakek (kalau tinggal serumah). Saudara di rumah memang bisa jadi teman main, atau kalau masih kecil malah jadi mainan "boneka" kakaknya :D Menurut saya, kalau kondisi adik yang sering diusili oleh kakaknya ini berlanjut, efek paling besarnya adalah pada hubungan mereka ke depannya. Bukan cuma ke si adik, tapi juga ke kakaknya. Si adik bisa merasa tidak aman kalau ada kakak karena barang2 miliknya sering direbut, sering dipukul, dll dan si kakak tidak belajar utk mengerti perasaan adiknya (plus ditegur oleh orangtua). Untuk situasi kakak yang "usil" menganggu adiknya, si kakak ini juga perlu diajak bicara. Apalagi kalau beda usianya tidak jauh (1-3 tahun) dan si kakak juga masih kecil, bisa saja dalam pikiran si kakak sebenarnya dia cuma pengen ajak adiknya main atau buat dia adiknya yang merengek itu lucu. Kadang, anak-anak punya cara berpikir sendiri yang beda dengan cara pikir orang dewasa.
Di sisi lain, antara sesama saudara juga sering ada"persaingan" (istilahnya sibling rivalry) untuk mendapatkan perhatian orangtua. Seringkali yg dibela adalah si adik, karena biasanya kakak yg mulai "usil". Tapi menurut pendapat dan pengalaman saya pribadi, untuk situasi di mana adik diusili dan kakak adalah "pelaku"nya, orangtua perlu mengajak si adik dan si kakak bicara sama-sama. Adik tidak langsung dibela dan kakak langsung dimarahi. Bunda harus imbang dan objektif melihat siapa yg salah dan siapa yg benar sehingga meminimalisasi kecemburuan si Kakak. Karena anak maih usia 5y, jangan juga si Kakak dipinta untuk selalu mengalah kpd adiknya. Hal ini kdg yg memicu konflik dan kecemburuan. Bunda bisa juga kok memberi pengertian pd adik, bahwasanya sesuatu itu (misal: makanan, mainan) punya Kakak dan Kakak sdg tdk ingin berbagi. Namun, jika anak2 sudah mulai melakukan adegan fisik sesegera mungkin langsung ditahan tindakannya ya, Bun. Tahan (pegangi) tangan anak yg memukul dan segera amankan yg dipukul. Pastikan kekerasan fisik selesai dan anak cukup tenang baru Bunda memberikan nasihat. Mudah2an si adik dan si kakak sama-sama lebih bisa saling menghormati saudaranya ya, Bun ✅ (Kiki dan Sarah)
8⃣ Pagi bunda. Saya mau tanya. Kalau sekolah yg berdasar montessori apa kelebihannya dibanding sekolah lain?
(Nidia Tiur/RMA 7)
Jawab:
Semangat pagi Bunda Nidia Tiur..
Sekolah Montessori merupakan sekolah yg berfilosofi pada pengembangan anak secara mandiri. Maksudnya, di sekolah ini guru bukanlah yg 'paling tahu' dan menjejalkan segala bentuk pengetahuannya ke anak. Begitu pun muridnya, murid bukanlah kertas kosong yg harus diisi dr pikiran gurunya. Montessori percaya bahwasanya anak2 terlahir dengan memiliki jiwa pembelajar dalam hidupnya sehingga peran kita adalah memberi lingkungan yg kondusif untuk tumbuh kembang anak. Di sekolah2 Montessori guru hanya berperan sebagai pendamping, sehingga disebutnya bukan guru tetapi directris.
Sekolah Montessori mengkategorikan usia anak2 dalam kelasnya per3tahun. Maksudnya anak usia 3-6 tahun berada dlm 1 kelas (PAUD), sedangkan untuk elementary hanya ada 2 kelas, yaitu usia 6-9 tahun dan 9-12 tahun.
Sekolah Montessori menggunakan berbagai macam alat peraga yg sangat membantu murid2nya untuk menemukan konsep sesuatu. Pada kelas TK ada 5 area di sekolah Montessori, yaitu:
1. Area practical life skills
2. Area sensory
3. Area bahasa
4. Area math
5. Area culture (geography, zoology, botani, science, history)
Area yg satu dengan area yg lain senantiasa berhubungan dan berkesinambungan. Sistem pembelajaran di sekolah Montessori ialah di awal kelas directris akan memberikan presentasi pd anak (ada yg individual, dan ada yg kelompok) lalu anak diajak untuk mencoba satu per satu. Jika anak telah selesai, maka anak akan bebas melakukan kegiatan apapun di ruang kelas Montessori ini. Sehingga, dlm kesehariannya anak bebas belajar yg ia inginkan. ✅ (Sarah)
9⃣ Saya punya masalah yaitu anak yg mengalami gangguan perkembangan yaitu gejala ADD saat usia (4.5y) hsl diagnosa oleh tim klinik tumbuh kembang saat itu diduga krn salah pola asuhan(ditinggal ibu bekerja dan diasuh org lain). Sampai skrg anak (5y) menjalani terapi dan sdh banyak perubahan dlm artian bs mengikuti dgn baik kegiatan belajar di sekolah (TK A). hanya saja progress anak saat ini adalah sering bengong, mudah utk memberikan pengalihan jk diberikan tugas yg sulit krn gampang menyerah jk tdk bs mengerjakan tugas yg dirasa sulit, ketahanan utk fokus masi kurang dlm arti masi terdistruct dgn gangguan spt suara yg keras ketika sdg asik mengerjakan tugas spt meronce. Pertanyaannya : Jika sdh terkena gangguan spt itu apakah anak bs mnjd anak normal dan usaha apa yg hrs dilakukan ortu utk mengatasi masalah anak tsbt?
Maria / 5y / RMA 7
Jawab:
Semangat sore Mba Maria 😊 Untuk anak dgn ADD, sejauh pemahaman saya yang paling penting adalah kemandirian. Minimal sekali anak dilatih utk bisa melakukan kegiatan bantu diri seperti makan, mandi, sikat gigi, beres-beres (yg sederhana), membersihkan diri setelah buang air, dan berpakaian. Karena kemampuan intelegensi yg lebih rendah, anak dgn ADD emang butuh waktu lebih lama dan harus diulang berkali2 lebih banyak bila dibandingkan anak normal, tapi mereka tetap bisa belajar. Misalnya, anak dengan ADD yg dilatih sejak kecil, waktu sudah besar ada yg bisa pergi berbelanja sendiri di toko dekat rumah. Jadi tidak sepenuhnya bergantung pada orangtua/pengasuh.
Selain itu, cari sarana yg bisa menunjang perkembangan anak. Sekolah inklusi atau sekolah khusus seperti SLB C, terapi (sesuai kebutuhan), dan komunitas ABK misalnya, bisa jadi media supaya proses belajar anak terus berlangsung. Kalau ikut sekolah khusus dan terapi, biasanya juga ada target program utk anak. Orangtua juga bisa bertanya kepada ahli, bisa lebih terarah juga utk menerapkan hasil belajarnya di rumah.
Kontrol kesehatan anak dan asupan gizi juga perlu. Setahu saya, anak dengan ADD relatif lebih gampang sakit krn daya tahan tubuhnya rendah. Untuk hal ini dokter anak dan ahli gizi bisa membantu.
Yg tidak kalah penting, orangtua yg memiliki anak dgn ADD perlu "tega" utk memberi anak kesempatan belajar. Anak dgn gangguan ADD sering dikomentari "kasihan" lalu dibantu melakukan semua hal karena orang menganggap dia tidak akan pernah bisa. Padahal sebenarnya belum dicoba diajarkan. Mindset "mau membantu anak berkembang" sangat penting utk menolong anak dengan ADD survive. Semoga jawabannya membantu :) ✅
(Kiki, Tim Ahli RMA)
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Follow us
Instagram: @rumahmainanak
Fanpage facebook: Rumah Main Anak
Web: www.rumahmainanak.com
No comments:
Post a Comment