Tuesday, March 22, 2016

Kuliah WA RMA Bagian VI : Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0 - 2 tahun

Resume Materi Grup Rumah Main Anak 5, 6, dan 7 

Judul materi: Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 0 - 2 tahun
Hari/tanggal: Senin, 21 Maret 2016
Pemateri:  Puti Ayu Setiani
Peresume : Yulianti ES

Pada umumnya, perkembangan motorik dibagi menjadi dua, yaitu:
Motorik kasar: aktivitas motorik yang mencakup ketrampilan otot-otot besar, seperti mengangkat leher, duduk, merangkak, tengkurap, dsb.
Motorik halus: aktivitas motorik yang melibatkan gerak otot-otot kecil , seperti menggambil benda menggunakan jari, menggambar, dan menulis.

Pada bayi yang baru lahir, gerak refleks merupakan gerak dominan yang ada pada bayi, namun gerak refleks akan tergantikan dengan gerak motorik kasar seiring berjalannya waktu. Gerak refleks juga berfungsi sebagai persiapan gerak yang disadarinya. Beberapa contoh gerak refleks pada bayi baru lahir antara lain:
Kedipan mata : terstimulasi ketika terdapat cahaya atau sentuhan tangan di dekat kepala. Bayi akan menutup kelopak matanya. Gerak refleks ini berfungsi untuk melindungi bayi dari stimulasi yang terlalu kuat. Nah, gerak refleks ini akan permanen sampai dewasa.
Mencari (rooting): bayi akan mencari arah sumber stimulasi dengan mulut ketika pipinya disentuh. Fungsinya membantu bayi untuk menemukan puting susu ibu.

Menghisap (sucking): bayi akan melakukan gerakan menghisap ketika ibu menyentuhkan puting susu ke ujung mulut bayi.
Moro: Bayi melakukan gerakan refleks dengan melengkungkan tubuhnya, mengerakkan kaki dan tangannya ke arah depan, dan mendongakkan kepalanya ke belakang. Refleks ini akan muncul karena stimulasi suara yang keras dan tiba-tiba.
Menggenggam (palmar grasp): bayi akan refleks menggenggam jari ketika jari telunjuk disodorkan padanya. Refleks ini mempersiapkan bayi untuk menggenggam dengan penuh kesadaran.
Refleks leher (tonic neck): peningkatan kekuatan otot (tonus) pada lengan dan tungkai sisi ketika bayi menoleh ke salah satu sisi. Gerak refleks ini berfungsi mempersiapkan bayi untuk gerakan menggapai sesuatu.

Ketika bayi menginjak usia 1 bulan, bayi mulai menggerakkan tangan dan kakinya ke atas. Bunda bisa menstimulasi bayi dengan menggantung mainan yang mencolok warnanya atau mengeluarkan bunyi. Atau bunda juga bisa menaruh mainan di sisi kiri dan kanan bayi agar bayi berkeinginan untuk menggapai mainan tersebut. Bunda juga dapat menstimulasi bayi dengan bernyayi sambil menggerak-gerakkan tangan dan kaki bayi.

Memasuki usia 2 bulan, tummy time sangat dianjurkan untuk merangsang gerak motorik kasarnya. Bunda bisa membaringkan bayi dalam keadaan tengkurap, lalu menstimulusnya dengan mainan yang berbunyi di sisi kanan, kiri, juga atasnya. Tengkurap juga dapat menguatkan otot perut dan leher bayi. Akan tetapi, Bunda harus memastikan posisi kepala bayi agar bisa bernapas. Bunda juga jangan terlalu memaksakan bila bayi menolak/menangis keras.

Memasuki usia 3 bulan, Bunda bisa menstimulasi bayi dengan menggerak-gerakkan kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda. Di sekitar usia ini, bayi juga sudah mulai bisa menggenggam mainan seperti balok.

Rata-rata di usia 4 bulan, bayi sudah mulai bisa memiringkan badan ke kiri dan kanan. Bunda bisa menstimulasinya dengan memindahkan mainan secara perlahan ke sisi bayi agar ia memiringkan badannya dan juga mampu berguling. Posisi tummy time juga membantu bayi untuk melatih ototnya agar semakin kuat untuk membantunya saat ia belajar duduk. Bayi juga akan mulai belajar maju sehingga akan menguatkan otot lengannya.

Di usia 5 bulan, umumnya bayi sudah mulai bisa berguling ke satu arah. Bunda bisa memberikan bantuan/ mengajari bayi gerakan berguling bila bayi masih belum bisa melakukannya dengan baik. Rangsangan mainan juga sangat baik agar bayi memiliki keinginan untuk meraihnya. Bunda juga sudah mulai bisa menstimulasi bayi dengan cermin agar bayi melihat dirinya di cermin. Di usia ini bayi juga sudah bisa untuk menjejak di pangkuan Bunda. Bayi akan menaik turunkan badannya dan mengoceh kegirangan. Gerakan ini akan menambah kelenturan otot tubuh bayi.

Di usia 6 bulan, bayi sudah mulai bisa diposisikan untuk duduk. Posisi didudukkan melatih bayi agar mampu duduk sendiri. Di usia 7 bulan, bayi umumnya sudah bisa untuk duduk sendiri dan juga belajar merangkak. Saat memasuki fase ini bayi akan bereksplorasi. Bunda harus memastikan bahwa lingkungan ekplorasi bayi aman dari bahaya. Di usia 8 bulan bayi akan berusaha berpegangan dan mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Akan tetapi, umumnya bayi belum bisa untuk duduk kembali tanpa bantuan.

Memasuki usia 9 bulan, bayi akan belajar berjalan dengan titah. Bayi sudah mampu untuk menapakkan serta melangkahkan kedua kakinya jika dipegang kedua tangannya. Di usia 11 bulan, bayi akan dapat berdiri sendiri dalam waktu kurang lebih 2 detik. Bayi sudah mampu mengontrol dirinya dan keseimbangannya semakin berkembang dengan baik. Memasuki usia 12 bulan, sebagian anak sudah siap untuk berjalan sendiri meskipun masih limbung. Akan tetapi, bila belum bisa berjalan di usia ini, jangan khawatir, karena rentang anak bisa berjalan sendiri dari usia 9-18 bulan.

Di usia 12 bulan, anak sudah mulai mampu untuk menyusun bangunan dari dua buah kubus. Mampu menaiki tangga dengan bantuan di usia 16 bulan, melompat di tempat di usia 23 bulan 2 minggu, dan berjalan berjinjit di usia 25 bulan. 

Sebagai catatan, patokan umur di atas didapat berdasarkan rata-rata karena kecepatan tumbuh kembang bayi berbeda antara satu dan yg lain. 

Semoga bermanfaat.

πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„
Tanya Jawab Materi Perkembngan Motorik Kasar Anak Usia 0-2 tahun

1⃣ Untuk anak usia anak 0-2 th sudah bs memperlihatkan kebutuhan bermainkah? Anak saya Fatimah, umur 3 bulan mulai gampang bosan, ap itu tanda sya harus memulai menyiapkan rencana permainan per harinya?
(Rina/ Bogor/ 3m / RMA 5)

Jawab:
Halo Bunda Rina di Bogor. Normally, anak sejak bayi pun membutuhkan waktu untuk bermain. Bermain di sini dalam artian anak berusaha mengeksplore banyak hal dgn menggunakan indranya. Untuk usia 3 bulan bisa distimulasi indra penglihatan dan pendengarannya terutama, Bun, juga motoriknya. Rencana permainan bisa dibuat berulang selama sepekan juga Bun, belum perlu setiap hari sebab anak perlu belajar keteraturan dan penyesuaian diri juga. Kalau stimulasinya terlalu banyak dan cepat malah bisa jd overstimulus yg tentunya tidak baik juga utk perkembangan anak πŸ˜…
Karena di usia ini anak masih banyak menyusui dan tidur. Hal yg lebih penting ialah bonding dengan pengasuh utamanya. ✅

2⃣ Tentang Kekuatan Kepala dan Leher

▶Aslkum... anak saya Naswa,11bulan. Terkadang kalau sedang duduk langsung terlentang ke belakang seolah-olah seperti belakangnya kasur empuk. Sebenarnya sudah saya siasati dg kasur tipis, tapi yg namanya anak lagi aktif merangkak dan rambatan, maunya kemana-mana. Apa kepalanya tak apa-apa? Baiknya bagaimana y?
(Nurul Farida / Banjarnegara/Naswa 11 bulan. RMA 5)

Jawab :
Wa'alaikumsalam wr.wb Bunda Naswa..
Iya, betul, anak-anak usia ini sedang senang-senangnya bergerak ya, Bun. Naswa bisa jd masih belajar "mana yg empuk-keras". Anak di usia ini cenderung mulai bisa membedakan di mana ia bisa duduk dengan menghempaskan tubuhnya cukup kuat dan tidak sakit (di kasur, sofa, dll) dan duduk dengan hati2 sebab tempatnya keras (lantai, kayu, dll). Pengalaman2 ini nantinya akan masuk ke memori anak, dan membuat pemahaman serta penalaran bagi mereka. Jadi, InsyaAllah lambat laun Naswa akan mengerti dan lebih hati2 untuk telentang ke belakang saat di lantai.

Jika anak terbentur/jatuh pd bagian kepala, selama tidak membuat anak demam, muntah, atau menunjukkan gejala sakit lainnya InsyaAllah tidak apa2, Bun. Ada baiknya Bunda memberi alas semacam evamat atau sejenisnya yg cukup aman dan tebal di area2 rumah yg sering dieksplore anak . Tetap semangat ✅

▶ Melatih bayi usia 6 bulan di roda untuk melatih apa? Dan apabila bayi sudah mampu menengkurapkan badan lalu telentang kembali sendiri, namun ketika tengkurap masih sering suka menundukkan kepalanya shingga posisi tengkurap dada dan kepala sebentar tegaknya. Itu bagaimana mba?
(Yuli/ yusuf (6bulan1minggu)/RMA 5)

Jawab :
Halo, Mba Yuli.. idealnya baby usia 3 bulan mulai berusaha mengangkat kepalanya saat ditelungkupkan. Usia 3-6 bulan mulai bisa tengkurap dgn dada diangkat dan kedua tangan menopang. Jika batu bisa sebentar, bisa distimulasi dengan perbanyak aktivitas tummy time ya, Bun. Apakah anak saat digendong dlm posisi diberdirikan sudah kuat juga menyangga leher dan kepalanya, Bun?

Melatih bayi usia 6 bulan di roda ini maksudnya bagaimana ya Bunda Yuli? Apakah maksudnya boleh/tidak menggunakan baby walker? Untuk usia 6 bulan belum disarankan untuk belajar berjalan Bun. Dan kami juga lebih menyarankan penggunaan push walker drpd baby walker. ✅

3⃣ Mau tanya apakah ada hubungan antara kecakapan motorik dg kecerdasan anak? misal anak yg lbh cepat drpd anak rata2 jg lebih pintar dan sebaliknya? (Nina, RMA 5)

Jawab : 
Halo mba Nina, motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan
spinal cord. Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem syaraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Sehingga, memang ada keterkaitan antara motorik dengan intelektual seseorang. Akan tetapi, anak yg lebih cepat perkembangan motoriknya belum tentu lebijh cerdas drpd anak yg lambat perkembangan motoriknya. Hal ini disebabkan faktor yang mempengaruhi "kecerdasan" seseorang itu banyaaak sekali, tak hanya dilihat dr perkembangan motoriknya saja. Semoga membantu ya, Bun ✅

4⃣ Pertanyaan Seputar Baby Walker, Roda, dan Mentitah Anak 

▶Bolehkan anak sedang belajar jalan itu dititah? Apa baik buruknya mentitah anak? 
(Ade yulia nurdiana/ Purwokerto/
Inara (2y3m) & Kalyana (10m)
RMA6)

▶ Anak saya khalilla 15 bulan, dari umur 12 bulan udah bisa berdiri dgn bantuan, merambat jg bisa tapi untuk berdiri dan berjalan sendiri dia belum berani, kalau di pegang (dititah) baru mau jalan, kalau pas lagi jalan saya  lepas pelan2 dia langsung jongkok, gimana ya mbak stimulasinya agar dia berani untuk jalan sendiri?
(Ajeng destiawati, Khalilla (15 bulan) RMA 6)

▶Bunda, membantu bayi usia 9 bulan belajar berjalan yang baik seperti apa? Saya pernah membaca artikel bahwa dengan menggunakan baby walker tidak bagus.
(Fuji/Tangerang/Ihsaan 9 bulan/RMA 7)

▶Anak saya 8 bulan sudah mulai belajar berdiri ditembok atau perabotan,  merambat & duduk sendiri.. Bagaimana cara mengajarkan anak berjalan dengan benar terutama cara mentitah?  
(Selly/tangerang/8 bulan/ RMA 7)

Jawab : 
Halo, Bunda Ade, Bunda Khalila, Bunda Ajeng, Bunda Fuji, dan Bunda Selly.. karena pertanyaannya mirip, maka saya akan coba jawab bersamaan ya. 

Dalam dunia tumbuh kembang ada yang dinamakan masa peka. Contohnya ketika bayi sudah bisa berdiri sendiri, maka bayi tersebut sedang memasuki masa pekanya untuk berjalan. Perkembangan motorik ini bergantung pada anatomi dari tubuh yang digunakan (termasuk kekuatan otot-otot bayi), lingkungan sekitar, dan usaha dari bayi. 
Rentang kemampuan bayi mampu merangkak itu sekitar 5-11bln, dan berdiri sendiri itu di sekitar usia 9-16 bulan, jd kalo umur 9 bulan sedang belajar merangkak dan berdiri sendiri tidak apa2 bunda. Kalo untuk belajar berdiri, bunda bisa menstimulus bayi misal dengan menaruh mainannya di atas meja agar bayi berusaha meraihnya. Nah, kalo sudah mampu berdiri, bunda bisa mengajarkan bayi untuk coba melangkah, misal dengan meletakkan bayi di tengah ruang, lalu bunda bergeser sedikit agar bayi berupaya melangkah 1-2 langkah. Jika bayi berhasil, bunda bisa bersorak sebagai bentuk apresiasi dari usaha bayi. Begitu bunda dari saya, semoga membantu. (Puti)

Tambahan dr SarahπŸ‘‡πŸ½
Anak akan mulai berjalan jika sistem syarafnya sudah
matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya. Mentitah boleh2 saja dilakukan jika anak sudah bisa berdiri sendiri. Akan lebih baik saat mula2 mentitah anak Bunda memegang ketiak anak. Normally, batas waktu anak bisa berjalan ialah 18 bulan. Jadi, jika masih di bawah itu, dont worry Mom, anak2 memiliki perkembangan yg berbeda2. Tapi jika sdh 18 bulan, silakan ke klinik tumkem terdekat, yaaa. Untuk menstimulasi anak agar dapat berjalan sendiri bisa dengan: menawarkan mainan dr jarak yg tidak terlalu jauh, mentitah, mengajari anak duduk dr posisinya berdiri, mentitah anak di rumput tanpa menggunakan alas kaki, juga dgn memberikannya alat/sesuatu yg bisa didorong (kursi kecil, galon berisi sedikit air, push walker, dll).

Untuk penggunaan baby walker kami tidak menyarankan ya, Bun. Karena dr IDAI sendiri pun telah tidak menyarankan penggunaan baby walker ini. Disebabkan hal2 berikut (saya sarikan dr web IDAI):

-Baby walker menjadikan bayi lebih tinggi, yang memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi.
-Baby walker juga membuat bayi lebih mudah bergerak. Bayi dapat bergerak sepanjang ruangan dan dapat meraih benda-benda yang berbahaya, katakanlah pisau di atas meja atau kabel listrik di dinding atau bahkan jatuh dari tangga.

Sewaktu berada di baby walker, bayi menghadapi risiko:
-luka kepala/otak
-patah tulang
-luka bakar

Luka-luka bisa terjadi sewaktu:
-Baby walker jatuh turun tangga
-Baby walker terjungkil pada permukaan yang tidak rata
-bayi dapat mencapai alat penghangat atau tempat api
-bayi dapat mencapai lemari/laci yang berisi produk pencucian
-bayi dapat mencapai minuman panas, ceret mendidih, setrika
-bayi dapat mencapai ember atau baskom air.

Baby Walker juga menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian Baby Walker tidak bermanfaat untuk melatih anak berjalan.
Selain itu baby walker juga mengakibatkan bayi tidak dapat melihat kaki dan anak kakinya. Bayi tidak mempelajari cara untuk mengimbangkan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otat yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki.

Sumber (www.idai.or.id)✅

5⃣ Usia berapa bayi bisa meraih mainan sendiri? Dan bagaimana cara menstimulasinya?
(Sofy/kendal/4m/RMA7)

Jawab : 
Halo Bunda Sofi di Kendal. Anak mulai bisa meraih mainannya sendiri saat ia belajar tengkurap. Pada fase ini Bujda bisa meletakkan mainan di sampingnya sehingga saat baby telentang akan terstimulasi untuk tengkurap meraih mainannya. Begitupun untuk merangkak. Saat anak masuk pada fase tengkurap dan tegak kepalanya Bunda bisa stimulasi dengan meletakkan mainan di hadapannya sehingga ia terstimulasi untuk meraihnya dengan memajukan tubuhnya dan merangkak. Semangat, Bun ✅

6⃣Assalamualaikum. 
mb sy mau tanya, prinsip apa yg qt pegang utk mnstimulasi  perkembngn motorik anak? ap hrus lewt permainan? soalny ad bbrp milestone yg sprtny anak2 dpt  penuhi scara alami tnp dstimulasi y?
(yunita/m ammar muadzin (22m)/Rma 6)

Jawab : 
Wa'alaikumsalam wr wb Bunda Yunita. Sebenarnya, tidak ada prinsip tertentu untuk menstimulasi perkembangan motorik anak. Benar, anak2 memang alamiahnya akan bisa tengkurap sendiri, duduk sendiri, juga berjalan sendiri. Akan tetapi, lingkungan memiliki peranan terbesar dr tiap perkembangan anak, Bun. Penyiapan lingkungan diperlukan dlm stimulasi motorik kasar anak. Misalnya, saat anak memasuki masa peka untuk tengkurap, Bunda bisa mengajak anak dengan melakukan aktivitas tummy time. Anak yg lebih banyak diberikan kesempatan untuk bergerak tentunya berpeluang tengkurap lebih besar drpd anak yg diletakkan di bouncer atau di gendong karena keterbatasan gerak. Contoh lain, saat anak memasuki fase merangkak, Bunda bisa menyiapkan lingkungan yg aman untuk anak, misal: tidak meletakkan colokan listrik di tempat yg rendah.

Oia, pd usia ini cenderung mengimitasi dan menyerap pembelajaran dr lingkungannya. Saya teringat sebuah "kasus" bahwasanya ada seorang bayi yg dibesarkan di hutan. Ia berjalan sebagaimana hewan2 berkaki 4. Dengan demikian, meski anak secara alami mampu berjalan dan berkembang sendiri motoriknya, namun stimulasi dr lingkungan sangatlah diperlukan untuk membantu proses tumkemnya. Semoga dpt dipahami ya, Bun. ✅

7⃣Apakah pada anak usia 18-24bulan, perkembangan motorik kasarnya selalu lebih dominan dari aspek yang lain?
(Putri Nurfita/ Bintaro, Tangerang/19bulan/RMA7)

Jawab: 
Halo, halo Bunda Putri. Pada umumnya, sejak kita bayi setiap perkembangan yg satu berkaitan erat dengan perkembangan lainnya. Saat motorik kasar berkembang, maka kognitif anak pun berkembang. Ketika anak berusaha berjalan misalnya, anak akan "berpikir" bagaimana cara agar seimbang, tidak terjatuh, dll. Begitu pula dengan kemampuan berbahasanya, saat anak mampu melakukan suatu perintah dr orang2 di sekitarnya berarti kemampuan kognitifnya pun telah berkembang. 

Perkembangan motorik kasar terlihat lebih dominan disebabkan anak usia 0-2 tahun memang mengalami "growht spurt" pd fisiknya. Dari yg mulai bayi mungil belum bisa melakukan apa2, kemudian tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan sangat terlihat oleh mata kita. Namun, sejatinya seluruh perkembangan anak normalnya berjalan seiringan. Semoga dpt dipahami ya, Bun ✅


πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„
Follow us
Instagram: @rumahmainanak
Fanpage facebook: Rumah Main Anak
Web: www.rumahmainanak.com

No comments:

Post a Comment