Resume Kuliah WhatsApp Rumah Main Anak 5, 6, 7
Judul Materi: Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun.
Tanggal: 9 Maret 2016
Pemateri: Puti Ayu Setiani, S. Psi
Peresume: Asrining Tyas
Materi Grup WhatsApp Rumah Main Anak
“Every child is unique, and every family deals with different issues. There are some things, however, that many parents deal with around the same time. The way parents choose to deal with these issues has an important impact on how healthy and competent their children grow up to be. “
Kutipan tersebut saya dapat dari kata-kata awal pada laman www.parentfurther.com. Setiap anak adalah unik, dan masing-masing keluarga memiliki tantangan yang berbeda untuk dihadapi. Akan tetapi, terdapat beberapa hal umum yang sebenernya “wajib” tiap orang tua mengetahui tidak lain demi kebaikan anak mereka sendiri. Salah satu pengetahuan yang harusnya dimiliki oleh orangtua adalah pengetahuan mengenai tahap perkembangan anak. Nah, di sini saya akan sedikit memberi pembukaan bagaimana sih perkembangan anak di usia 0-2 tahun pertamanya.
Sebelumnya kita bicara mengenai apa itu pertumbuhan dan perkembangan ya. Pertumbuhan adalah perubahan besar, jumlah ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu. Untuk anak usia 0-2 tahun misalnya perlu secara rutin ditimbang berat badannya, dan juga mengukur lingkar kepala dan juga lingkar lengan. Nah, mengukur lingkar kepala ini rutin dilakukan, mengapa? Hal ini menjadi salah satu deteksi dini hidrocefalus ataupun microcefalus. Untuk itu mengapa dateng ke Posyandu dan pengisian KMS harus rutin dilakukan untuk mengecek ini.
Selanjutnya, apa itu perkembangan? Menurut Soetjiningsih (1995), perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Aspek dasar perkembangan ini adalah perkembangan kognitif, emosi, sosial, motorik (kasar dan halus), dan juga perkembangan bahasa.
Prinsip perkembangan sendiri merupakan hasil interaksi dari genetis dan lingkungan. Perkembangan juga mengikuti hukum chepalocaudal, yang dimulai dari kepala ke kaki, dan proximidistal, dimulai dari bagian tengah tubuh ke samping. Contoh prinsip chepalocaudal ini adalah ketika bayi, ukuran kepala aalah 1/3 dari panjang badan. Untuk proximidistal, contohnya bayi mampu miring terlebih dahulu sebelum akhirnya dapat tengkurap.
Untuk pembagian tahapan sendiri, Hurlock membagi masa 0-2 tahun menjadi masa neonatal (lahir- 2 minggu), dan juga bayi (2 minggu – 2 tahun). Perkembangan bayi di usia ini amatlah cepat karena masa ini merupakan masa-masa awal mereka mengenal dunia. Pembelajaran bayi yang utama melalui mendengar, melihat, dan merasakan, karena pada tahap ini dikenal periode sensorimotorik. Bahasa komunikasi pertama mereka adalah menangis. Menangis membuat orangtua tau bahwa mereka butuh makanan, kenyamanan, ataupun stimulasi (Berk, 2013). Lapar biasanya menjadi penyebab umum bayi menangis, namun mereka juga akan menangis ketika temperatur tubuh berubah saat diganti pakaiannya, bunyi yang tiba-tiba, atau terdapat stimulus yang “menyakitkan”. Bahkan bayi juga bisa menangis ketika mendengar suara bayi lain menangis. Kompak banget ya ternyata sesama bayi :D.
Bayi juga belajar lewat pengamatannya terhadap orang sekitar. Mereka dapat meniru ekspresi wajah dan juga gerak tubuh orang dewasa. Sering kan ngeliat bayi yang ikutan melet ketika orang di depannya melet, atau bayi yang dadah-dadah ketika mengantar orang pergi.
Di tiap kemampuan baru yang bisa dilakukan bayi, terdapat empat faktor yang saling mempengaruhi, yaitu:
1 Perkembangan sistem saraf pusat bayi (otak dan teman-temannya)
2 Kapasitas gerakan tubuhnya (yang berdasarkan umur)
3 Tujuan yang ada di pikiran bayi (motivasi internal yang dimiliki bayi. Secara naluriah, bayi memiliki tujuan ketika menggerakkan tubuhnya ataupun untuk mencapai tujuan tertentu), dan yang keempat
4 Dukungan lingkungan terhadap perilaku bayi.
Stimulasi yang diberikan lingkungan kepada bayi merupakan suatu faktor penting agar bayi berhasil melakukan tugas perkembangannya. Akan tetapi, stimulasi yang berlebihan tidak selamanya baik bagi bayi. Stimulasi harus diberikan sesuai dengan kesiapan atau kematangan bayi sesuai dengan umurnya. Apa saja sih kesiapan dan kematangan bayi berdasarkan aspek dasar yang telah disebutkan tadi? Minggu depan, akan dibahas lebih detail ya mengenai tahap perkembangannya di masing-masing aspek ya. Stay tune! 😊
📑📑📑 Tanya Jawab 📑📑📑
1. Apakah karakter anak perempuan dan laki2 berbeda? Jika ya, bagaimana perbedaannya?
Stimulasi tumbang apa untuk bayi 8 bulan?
Dwi / Depok / 8m / RMA5
Jawab:
Halo Bunda Dwi di Depok. Untuk karakter, sebenarnya banyak hal yg bisa mempengaruhi ya, Mba, bukan jenis kelamin. Karakter lebih cenderung dipengaruhi oleh gen dan yg plg kuat ialah lingkungan, serta pola pendidikan dan pengasuhan.
Kalau utk perempuan dan laki-laki menurut beberapa ahli perbedaannya pada kemampuan otak kanan dan otak kirinya. Laki2 lebih cenderung otak kanan sedangkan perempuan otak kiri. Meski tidak semuanya demikian juga, Mba.
Untuk stimulasi tumbang bayi 8 bulan bisa dengan perbanyak tummy time (melantai) ya, Mba. Letakkan bayi di atas karpet tebal dan sebar mainan yg banyak di dekat bayi agar ia termotivasi untuk meraihnya dengan merangkak. Bisa juga menyusun bantal bertumpuk untuk menstimulasi bayi duduk. Menempel sesuatu di dinding agar bayi berdiri, dll..✅
2. Lingkungan seperti apa dan faktor apa saja yg mendukung untuk stimulasi pada bayi? Terimakasih
Hilmia /sidoarjo / RMA5
Jawab:
Sore Mba Hilmia. Lingkungan yg mendukung di sini tentunya yg paling utama ialah keluarga bayi, khususnya orang tua. Jika sehari2 anak berada dlm pengasuhan ibu, maka ibu diharapkan dapat memahami ilmu tumbuh kembang bayi, kesehatan anak, maupun ilmu parenting lainnya. Ketika kita sebagai ibu tidak berhenti untuk terus belajar, maka InsyaAllah kita terus berusaha memberi yg terbaik untuk anak kita, dalam hal ini termasuk juga memberikan stimulasi yg baik ✅
3. Anak saya umur 15 bulan beratnya 8 kg. anaknya nampak pendek di usinya ini. Dan belum bisa jalan. Yg ingin saya tanyakan apakah makanan yang ia konsumsi mempengaruhi pertumbuhannya dan kurangnya respon kita terhadap keinginan anak jg berpengaruhkah dan stimulasi apa yg tepat agar pertumbuhannya baik?
Usrotul / Bangkalan / 15m / RMA5
Jawab:
Halo Mba Usrotul 😊 Yap, makanan yg dikonsumsi anak, dalam hal ini merupakan nutrisi yg ia konsumsi berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Gizi yang baik tentunya akan berpengaruh pd kondisi tubuh yg sehat dan bugar. Akan tetapi, makanan bukanlah satu-satunya faktor yg berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Jika BB anak stabil dan tumbuh kembangnya agak lambat mungkin Bunda bisa cek darah anak Bunda untuk cek ADB (Afisiensi Zat Besi). ADB ini berpenagaruh terhadap tumkem anak. Tp semoga si kecil sehat2 dan tidak ADB ya Bun. Tetap semanfat ✅
4. Sy mau tanya, apkh toilet training jg trmsuk kpd indikator tahap perkembanganny? Klo anak laki2 umur kurg dr 2 tahun apkh bs toilet training? Trm ksih yunita / m ammar muadzin (22m) / RMA6
Jawab:
Halo mba Yunita, betul sekali isu penting dalam perkembangan anak usia 2-4 tahun bisa dibilang adalah kemandirian. Salah satunya ialah toilet training.
Tiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk kemampuannya untuk memulai toilet training. Umumnya, anak siap menjalani toilet training pada saat berusia 18 bulan, tapi kebanyakan anak berhasil menjalaninya pada saat berusia 2-3 tahun.
Untuk mengetahui tanda awal seorang anak siap untuk diberikan toilet training adalah dengan melihat kesiapan fisik dan emosionalnya.
💙Kesiapan Fisik:
-Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.
-Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
-Tidak BAB di popok saat malam hari.
-BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang tidak bisa diprediksi.
-Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan Anda tentang pemakaian toilet.
💙Kesiapan Emosional:
-Anak akan memberitahu Anda ketika popoknya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
-Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
-Menunjukkan ketertarikannya ketika Anda memakai kamar mandi.
-Memberitahu Anda ketika dia ingin buang air.
-Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.
Semoga menjawab ya Bun. Selebihnya nanti akan ada materi tersendiri utk Toilet Training✅
5. Bunda, apa benar kalau bayi yang tidak melewati fase merangkak ada efek kepada tingkat kecerdasannya di kemudian hari? Rahmi / Syafiq 6y, Dyra 3y, Shidqi 2m/ RMA6
Jawab:
Selamat siang Mba Rahmi. Sampai saat ini penelitian yg mengatakan demikian masih pro kontra. Beberapa penelitian mengatakan bahwa merangkak berpengaruh terhadap proses konsentrasi anak.
Akan tetapi, merangkak ini memang banyaaak sekali kelebihannya.
Proses belajar merangkak pada bayi sebenarnya sangat kompleks. Bayi butuh ketrampilan mengkoordinasikan gerakan tangan dan kaki, juga kemampuan otot tangan, bahu dan kaki untuk menyangga beban berat tubuhnya.
Proses bayi belajar merangkak berbeda-beda. Ada beberapa macam rangkaian gerakan yang para ahli sebut sebagai “merangkak”. Gerakan tersebut antara lain:
💙Merangkak Klasik: bayi menggunakan tangan dan kaki sisi yang berlawanan secara bergantian untuk bergerak berpindah tempat.
💙Merangkak klasik “cross-crawling” ini adalah gerakan merangkak yang paling efisien bagi bayi
💙Merangkak “Beruang”: bayi bergerak seperti merangkak klasik namun siku dan lutut lurus tidak tertekuk.
💙Merangkak “Kepiting”: bayi bergerak dengan merentangkan satu lutut dan meluruskan lutut lainnya.
💙Merangkak “Komando”: bayi bergerak dengan merayap pada perutnya seperti prajurit yang merayap di medan laga.
💙Merangkak “Berguling”: bayi bergerak dengan berguling-guling untuk berpindah tempat.
💙Merangkak “Bokong”: bayi bergerak pada pantatnya dan berpindah menggunakan tangannya, seperti “ngesot”.
Si bayi “take it in stride”: bayi langsung berjalan.
Sumber: Anne H. Zachry, PhD di Retro Baby (Copyright © 2013 American Academy of Pediatrics)
Tidak ada “benar” atau “salah” untuk tipe bayi merangkak. Hal yang terpenting adalah bayi menunjukkan perkembangan yang baik pada kemampuan tubuhnya untuk bergerak mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Para dsa banyak yg tidak mengkhawatirkan jika bayi tidak merangkak dengan gaya konvensional, yg penting bayi bisa berpindah tempat.
Meskipun demikian, merangkak dengan gaya konvensional memiliki banyak keunggulan. Di antaranya:
💙Merangkak membantu
memperkuat tangan, pergelangan tangan, siku, dan bahu karena bayi harus terus-menerus
mengaktifkan organ tersebut
untuk menyokong berat badan
mereka.
💙Merangkak memberikan pengalaman unik bagi bayi untuk melatih dan mengembangkan kemampuan koordinasi gerakan tubuh serta kedua sisi tubuh.
💙Merangkak akan memberikan kesempatan pada tangan bayi untuk bergerak, menahan beban dan mengeksplorasi secara seimbang.
💙Menjelajah di permukaan tanah
juga membantu keterampilan visual-spasial dan kedalaman
persepsi untuk berkembang lebih cepat.
💙Merangkak dipercaya memberikan manfaat bagi kemampuan anak untuk melakukan kegiatan olahraga, aktivitas fisik, memakai baju, makan, hingga menulis.
Semoga cukup jelas yaa tentang merangkak ini.
Initinya, jika bayi Bunda ga merangkak dengan gaya konvensional, asalkan bisa berpindah tempat, nothing worried..
Namun, ada baiknya jika tetap diajak main dengan gaya merangkak konvensional ini sebab banyak kelebihannya 😊✅
6. Bagaimana ciri anak yg sudah siap menerima stimulasi yang kita berikan?misalnya kapan kita bisa tau anak ini sudah bisa duduk apa blm.padahal kan fase duduk itu alami dr anaknya (cmiiw), bgmn kita bisa tau waktu yg pas untuk mulai stimulasi anak agar bisa duduk? Vega / Zahra usia 6bulan / RMA6.
Jawab:
Halo Bunda Vega. Betul sekali, kemampuan memiringkan badan, berguling, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan merupakan sesuatu yg alamiah. Akan tetapi lingkungan juga memiliki peranan penting untuk membantu perkembangan bayi. Kita bisa mengetahui kapan seharusnya anak bisa duduk, berdiri, dan berjalan, dgn panduan dr milestone Bun. Milestone tersebut biasanya merupakan hasil penelitian yg sudah diuji. Contohnya, milestone anak bisa berjalan di rentang usia 12-18 bulan. Maka, sejak usia 11 bulanan kita mulai bisa memberi lingkungan yg kondusif utk bayi dpt berjalan. Misalnya, menyingkirkan alat2 yg tajam dan berbahaya, meletakkan gambar2 atau mainan anak di tempat yg agak tinggi namun bisa dijangkau anak agar berusaha meraihnya. Begitu pula dengan duduk. Bunda bisa menstimulasi dgn memberikan lingkungan yg "dimanipulasi", misal menumpuk bantal2 agar anak dpt duduk bersandar, dst.
Semoga membantu ya Bun ✅
7. Pagi Mba, Bayi saya usia 3.5 th, saat ini blm tertarik untuk memiringkan badan dan tengkurep
Apakah itu wajar
Esti / Tanggerang / 3.5 bulan / RMA7
Jawab :
Halo Mba Esti, maksudnya 3,5 bulan ya Mba 😊
Kemampuan bayi memiringkan badan, tengkurap, dan berguling normally terjadi di rentang usia 3-6 bulan. Jadi, masih wajar kok Mba 3,5 bulan belum tengkurap. Sebab, tiap perkembangan anak berbeda2. Rata-rata di usia 4 bulan, bayi sudah mulai bisa memiringkan badan ke kiri dan kanan. Bunda bisa menstimulasinya dengan memindahkan mainan secara perlahan ke sisi bayi agar ia memiringkan badannya dan juga mampu berguling. Perbanyak juga tummy time ya, Bunda. Tummy time merupakan kegiatan "melantai". Tidurkan anak di lantai yg telah dialasi karpet empuk/kasur tipis, sebar mainan di sekelilingnya. Boleh sekali Bunda meletakkannya dgn posisi tengkurap semampunya anak (jika anak mulai menangis, segera diangkat atau dibalik kembali). Semangat ya Bun ✅
8. Stimulasi apa saja yg bisa kita berikan untuk anak saya yang usia nya 8bulan tetapi belum melewati fase duduk dan merangkak? Dewi/indramayu/8m/RMA 7
Jawab:
Siang Mba Dewi. Mba Dewi bisa melakukan tummy time seperti yg saya jelaskan pd jawaban sebelumnya yaa agar anak mau merangkak. Posisikan anak dlm posisi tengkurap dan letakkan mainan di hadapannya agar ia berusaha meraihnya. Bunda bisa juga membeli mainan yg bisa berjalan sendiri agar anak berusaha menangkapnya. Biasanya anak di usia ini akan "penasaran bgt" dgn benda (mainan) yg bergerak tersebut. Bisa pula Bunda bergerak dgn posisi merangkak di hadapan anak, semacam "lomba merangkak" agar anak bisa melihat dan termotivasi.
Untuk kemampuan duduk, Bunda bisa menumpuk banyak bantal lalu mendudukkan si kecil bersandar di bantal2 tersebut. Normally, usia 9 bulan baby sudah mampu duduk sendiri tanpa bersandar dan tanpa, Bun.
Saran kami, kurangi intensitas menggendong bayi, meletakkan bayi di stroller maupun baby walker, dan perbanyak tumny time. Tetap semangat, Bunda ✅
9. untuk anak 0-2tahun jika sudah menguasai tahapan perkembangan 0-2tahun apakah bisa dilanjut ke aktivitas perkembangan 2-3tahun, apa diulang-ulang aja untuk aktivitas 0-2tahun ya mba?
Putri Nurfita/Bintaro, Tangerang/19 bulan/RMA7
Jawab:
Halo, Mba Putri. Wahh luar biasaa. Jika semua tugas tumkemnya sudah selesai, boleh2 saja Mba "naik tingkat" ke usia selanjutnya. Sebab tiap anak unik dan istimewa. Ada yg kemampuannya di bawah rata2, ada yg standar, ada pula yg di atas rata2. Silakan lanjut ke aktivitas perkembangan selanjutnya. Pastikan tetap disesuaikan dgn kemampuan anak ya, Mba. Jika terlalu sulit utk anak boleh ditahan dulu dan dicoba kembali di lain waktu. ✅
10. Assalamualaikum...
Mba wido mw nanya, anak saya umur 3bln tapi sampai skrg kalau nangis belum bisa keluar air mata. Apakah itu berpengaruh pada pengelihatanya. Saya sudah coba rangsang dengan benda2 berwarna terang kadang anak saya respon kadang tidak, kalau di ajak bicarapun demikian. Apa saya perlu konsul ke dokter ya. Terimakasih.
Nurhasanah / 3m / RMA6
Jawab:
Wa'alaykumussalaam wrwb. Seharusnya kalau dua bln sdh ada kontak mata dgn caregivernya. Penglihatan tdk berhubungan dgn airmata. Pada bayi kecil sal air mata srg tersumbat, cb dkompres2 dl dgn kapas hangat dgn jari telunjuk dan jempol di bag pangkal hidung. D tonjolan ujung mata yg dekat hidung. Kadang respon kdg tidaknya perlu dcari tahu sebabnya, apakah mmg ada gangguan penglihatan atau pendengarannya mbak. Apakah bayi respon jika dpanggil atau suara keras? Bunyikan kerincingan d dkt telinga, apakah bayi menengok ke arah suara? Perlu ke dokter.
📑📑📑📑
Follow us :
Instagram : @rumahmainanak
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Blog: www.rumahmainanak.blogspot.com
No comments:
Post a Comment